تعريف التشبه بلغه الإندونسية
Tasybih
a) Pengertian Tasybih
Tasybih adalah menyerupakan sesuatu dengan sesuatu yang lain
karena memiliki kesamaan sifat di antara kedua hal tersebut, dengan
menggunakan adat (alat) tasybih, baik disebutkan maupun tidak.
Ali al-Jarim dan Musthofa Amin mendefinisikan tashbi>h sebagai berikut,
التشبيه: بيان ان شيأ أو أشياء شاركت غيرها في صفة أو أكثر بأداة هي الكاف أو نحوها ملفوظة أو ملحوظة
“Tasybih adalah penjelasan bahwa suatu hal atau beberapa hal memiliki kesamaan sifat dengan hal yang lain. Penjelasan tersebut menggunakan huruf kaf atau sejenisnya, baik tersurat maupun tersirat.”
Ali al- Jarim dan Musthafah Amin, al Balaghatul Wadhihah, (Beirut:Dar al-Ma’arif, …), 20
Ahmad al-Hashimiy mendefinisikan tashbi>h sebagai berikut,
"مشاركة أمر لأمر في معنى بأدوات معلومة"
“Tashbi>h adalah sesuatu yang maknanya sama dengan sesuatu yang lain dengan menggunakan adat-adat (alat-alat) yang diketahui.
Ahmad al-Hashimiy, Jawahir al-Balaghat, , 219
Contoh :
ﺍﻟﻌِﻠﻢُ ﻛَﺎﻟﻨﻮﺭِ ﻓِﻲْ ﺍﻟﻬِﺪَﺍﻳَﺔِ =
“Ilmu itu seperti Cahaya dalam memberi petunjuk”
Lafadh ﺍﻟﻌﻠﻢُ = Musyabbah ﺍﻟﻨﻮﺭِ
= Musyabbah Bih, ﻓِﻲْ ﺍﻟﻬِﺪَﺍﻳَﺔِ = Wajah Syabah ﻛﺎﻑ
= Adat Tasybih
b) Rukun-rukun Tasybih
Adapun rukun-rukun Tasybih adalah sebagai berikut :
1) Musyabbah (sesuatu
yang hendak diserupakan)
2) Musyabbah bih (sesuatu
yang diserupai)
3) Wajhus syibhi (sifat
yang terdapat pada kedua hal itu)
4) Adaatut tasybih
(huruf/kata yang menyatakan penyerupaan)
5) Musyabbah dan
musyabbah bih disebut juga tharafait tasybih.
c) Pembagian Tasybih
1). Tasybih mursal
Tasybih mursal adalah tasybih yang adat tasybihnya
disebutkan.
2). Tasybih muakkad
Tasybih muakkad adalah tasbih yang adat tasybihnya tidak
disebutkan
3). Tasybih mujmal
Tasybih mujmal adalah tasybih yang tidak disebutkan wajh
syibhnya
4). Tasybih mufashal
Tasybih mufashal adalah tasybih yang disebutkan wajah
syibhnya
5. Tasybih baligh
Tasybih baligh tasybih yang tidak disebutkan wajah syibh dan
adat tasybihnya.
Dengan memandang pengambilan Wajah Syabah , maka Tasybih
terbagi menjadi dua macam yaitu : Tasybih Tamtsil dan Ghoiru Tamtsil.
■
Tasybih Tamtsil
Adalah : Tasybih yang wajah syabahnya diambil dari lafadz
yang banyak.
Seperti : menyerupakan Bintang Tsuroya (kumpulan beberapa bintang pada Buruj Tsur ) dengan Sedompol buah Anggur yang berbunga, dengan wajah syabahnya : sama dalam keadaannya yang tampak ketika berkumpulnya benda putih yang bundar, yang kecil ukurannya ).
Seperti : menyerupakan Bintang Tsuroya (kumpulan beberapa bintang pada Buruj Tsur ) dengan Sedompol buah Anggur yang berbunga, dengan wajah syabahnya : sama dalam keadaannya yang tampak ketika berkumpulnya benda putih yang bundar, yang kecil ukurannya ).
■
Tasybih Ghoiru Tamtsil
Adalah : Tasybih yang wajah syabahnya tidak diambil dari
lafadz yang banyak.
Seperti : menyerupakan Sebuah bintang dengan Uang dirham ( dengan wajah syabahnya : sama dalam bentuk bundarnya )
Seperti : menyerupakan Sebuah bintang dengan Uang dirham ( dengan wajah syabahnya : sama dalam bentuk bundarnya )
Dengan memandang wujud dan tidaknya Wajah Syabah, tasybih
terbagi menjadi dua yaitu : Tasybih Mufassol dan Mujmal .
■
Tasybih Mufashol
Adalah : Tasybih yang wajah syabahnya disebutkan.
Seperti Ucapan Penyair :
Seperti Ucapan Penyair :
ﻭَﺛَﻐْﺮُﻩُ ﻓِﻲْ ﺻَﻔَﺎﺀٍ ﻭَﺃَﺩْﻣُﻌِﻲْ ﻛَﺎﻟﻸﻟِﻲْ
” Gigi serinya dan Air mataku bagaikan Mutiara dalam hal
sama jernihnya”
Kata “Gigi seri ” dan “Air mata ” diserupakan dengan “Mutiara ” dengan sisi persamaan : “Sama-sama jernihnya ”
■ Tasybih Mujmal
Kata “Gigi seri ” dan “Air mata ” diserupakan dengan “Mutiara ” dengan sisi persamaan : “Sama-sama jernihnya ”
■ Tasybih Mujmal
Adalah : Tasybih yang wajah syabahnya tidak disebutkan.
Seperti :
ﺍﻟﻨﺤﻮُ ﻓِﻲْ ﺍﻟﻜَﻼَﻡِ ﻛَﺎﻟﻤِﻠْﺢِ ﻓِﻲْ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡِ
Seperti :
ﺍﻟﻨﺤﻮُ ﻓِﻲْ ﺍﻟﻜَﻼَﻡِ ﻛَﺎﻟﻤِﻠْﺢِ ﻓِﻲْ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡِ
“Ilmu Nahwu pada Kalam itu seperti Garam pada makanan”
Kata ” Ilmu Nahwu pada Kalam ” diserupakan dengan kata
“garam ” dengan sisi persamaan : “Sama-sama merupakan perkara yang pokok untuk
menjadikan kesempurnaan “.
Dengan memandang Adat Tasybih, maka Tasybih terbagi menjadi
dua yaitu Mua’kkad dan Mursal.
■
Tasybih Mu’akkad
Adalah : Tasybih yang Adat tasybihnya dibuang. Seperti
: ﻫُﻮَ ﺑَﺤْﺮٌ ﻓِﻲْ ﺍﻟﺠﻮﺩِ = Dia itu Lautan dalam kedermawanannya.
■
Tasybih Mursal
Adalah : Tasybih yang Adat tasybihnya disebutkan. Seperti :
ﻫُﻮَ ﻛَﺎﻟﺒَﺤْﺮِ ﻛَﺮَﻣًﺎ =
ﻫُﻮَ ﻛَﺎﻟﺒَﺤْﺮِ ﻛَﺮَﻣًﺎ =
Dia itu bagai Lautan dalam kedermawanannya.
Termasuk Tasybih Mu’akkad adalah Tasybih yang Musyabbah
bihnya disandarkan (Didhofahkan) pada Musyabbah. Contoh :
ﻭَﺍﻟﺮِّﻳْﺢُ ﺗَﺒْﻌَﺚُ ﺑِﺎﻟﻐُﺼُﻮْﻥِ ﻭَﻗَﺪْ ﺟَﺮَﻯ ﺫَﻫَﺐُ ﺍﻷَﺻِﻴْﻞُ
ﻋَﻠَﻰ ﻟُﺠَﻴْﻦِ ﺍﻟﻤَﺎﺀِ
Angin itu menggerakkan cabang pepohonan, dan tampak
emasnya waktu sore pada peraknya air. ﺫَﻫَﺐُ ﺍﻷَﺻِﻴْﻞُ = Waktu sore yang diserupakan dengan emas, dengan wajah syabah : sama warna kuningnya. ﻟُﺠَﻴْﻦِ ﺍﻟﻤَﺎﺀِ ِ = Air yang diserupakan dengan perak dengan wajah syabah : sama dalam jernihnya.
emasnya waktu sore pada peraknya air. ﺫَﻫَﺐُ ﺍﻷَﺻِﻴْﻞُ = Waktu sore yang diserupakan dengan emas, dengan wajah syabah : sama warna kuningnya. ﻟُﺠَﻴْﻦِ ﺍﻟﻤَﺎﺀِ ِ = Air yang diserupakan dengan perak dengan wajah syabah : sama dalam jernihnya.
d. Maksud dan Tujuan Tasybih
1). Menjelaskan
kemungkinan terjadinya sesuatu pada musyabbah
2).
Menjelaskan keadaan musyabbah
3). Menjelaskan
kadar keadaan musyabbah
4).
Menegaskan keadaan musyabbah
5). Memperindah
atau memperburuk musyabbah
Berikut ini ada beberapa contoh tasybih dalam Al-Qur’an.
هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ
Artinya: Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. (QS. Al-Baqarah: 187)
نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ
Artinya: Isteri-isterimu adalah tempat bercocok tanam bagimu, maka datangilah tempat bercocok-tanammu itu sebagaimana kamu kehendaki. (QS. Al-Baqarah: 223)
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ
Artinya: Tidaklah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. (QS. Ibrahim: 24)
وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْأَرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ
Artinya: Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. (QS. Ibrahim: 26)
Artinya: Dan kepunyaan-Nya lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung. (QS. Ar-Rahman: 24)
Artinya: Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (QS. Ash-Shaf: 4)
سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَى كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ
Artinya: Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum 'Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). (QS. Al-Ahqaf: 7)
وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا
Artinya: Dan (kami jadikan) gunung-gunung sebagai pasak. (QS. An-Naba’: 7)
وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا
Artinya: Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian. (QS. An-Naba’: 10)
Artinya: Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan. (QS. Al-Qari’ah: 4-5).
فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ
Artinya: Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). (QS. Al-Fil: 5)
فَأَصْبَحَتْ كَالصَّرِيمِ
Artinya: Maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita (QS. Al-Qalam: 20)
كَأَنَّهُمْ حُمُرٌ مُسْتَنْفِرَةٌ
Artinya: Seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut (QS. Al-Mudatstsir).
Komentar
Posting Komentar