Ahammiyah Attasybih li Fahm AlQuran
Ilmu Bayan adalah ilmu yang menjelaskan seluk beluk bahasa Arab dimulai dari mengetahui uslub (ragam bahasa) puisi dan prosa. Ilmu Bayan untuk mengungkapkan suatu makna dengan berbagai uslub. Ilmu ini objek pembahasannya berupa uslub-uslub yang berbeda untuk mengungkapkan suatu ide yang sama. Ilmu bayan berfungsi untuk mengetahui macam-macam kaidah pengungkapan, sebagai ilmu seni untuk meneliti setiap uslub dan sebagai alat penjelas rahasia balaghah. Keterangan ringkas mengenai pembahasan ilmu Bayan :
a. Tasybih
Secara harfiyah : “perbandingan atau perumpamaan kata dengan kata lain, seperti : Wajah gadis cantik dengan rembulan”. Menurut Istilah ilmu retorika, ialah ; “suatu ungkapan mengenai sesuatu yang mempunyai persamaan sifat atau persamaan yang lainnya, dengan menggunakan kata “ka” (seperti atau laksana atau bagaikan)”. Contoh teks al-Tasbih : “Anda seperti matahari bercahaya. Meskipun anda telah melampau bintang zuhal”.
Secara umum tujuan tasybih ialah untuk menjadikan suatu sifat lebih mudah diindera. Adapun secara terperinci tujuan-tujuan tasybih ialah :
1) Bayaan miqdaar al-shifat (menjelaskan kualitas sifat)
2) Taqriir al-shifat (meneguhkan sifat)
3) Tahsiin al-musyabbah (memperindah musyabbah)
4) Taqbiih al-musyabbah (memperburuk musyabbah)
5) Tashwiir al-musyabbah bi shuurah al-thariifah
6) Itsbaat qadhiyyah al-musyabbah
Jika dilihat dari asal kata, tasybih berasal dari kata Syabbaha, mengingat masamuda, mensifatkan kecantikan gadis. Dari segi ilmu Balaghah adalah menyempakan sesuatu kepada sesuatu yang lain dalam bahasa arab itu ditujukan supaya dapat menggambarkan hal rang tersembunyi, hal yang jauh, dan yang dekat, menambah ketinggian derajat, memuji keindahan, kelebihan seseorang atau kelompok, sehingga menyentuh perasaan orang
Posisi ilmu dalam tatanan kelompok ilmu-ilmu Arab persis seperti posisi ruh dari jasad. Keberadaan ilmu Balaghah dan kaidah-kaidah yang tertuang didalamnya sangat urgen. Urgensitas tersebut disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah :
1. Ilmu Balaghah merupakan perangkat media yang dapat menghantarkan seseorang kepada pengetahuan tentang ke-I’jaz-an al-Qur’an;
2. Ilmu Balaghah merupakan salah satu instrument yang dapat membantu seorang yang bergelut dengan diskursus al-Qur’an terutama mufassir dalam memahami kandungan isi al-Qur’an dan pesan-pesan yang tertuang didalamnya. Hal ini diperjelas oleh pernyataan al-Zamakhsyari dalam al-Kasysyaf yang artinya:
“Sesungguhnya ilmu yang paling sarat dengan noktah-noktah rahasia yang rumit di tempuh, paling padat dengan kandungan rahasia yang pelik, yang membuat watak dan otak manusia kewalahan untuk memahaminya adalah ilmu tafsir, yakni ilmu yang sangat sulit untuk dijangkau dan diselidiki oleh orang yang berstatus alim sekalipun. Dan tidak akan mampu untuk menyelam kekedalaman hakekat pemahaman tersebut kecuali seseorang yang memiliki kompetensi dan kredibilitas dalam dua spesifik ilmu yang berkaitan dengan al-Qur’an, yaitu ilmu Ma’ani dan ilmu Bayan”.
Akhdhori Imam, (2010), Terjemah Jauharul Maknum, Al Hidayah Surabaya
Tashbih mempunyai beberapa tujuan, yaitu sebagai berikut,
a. Menjelaskan kemungkinan terjadinya sesuatu hal pada musyabbah, yakni ketika sesuatu yang sangat aneh disandarkan kepada musyabbah, dan keanehan itu tidak lenyap sebelum dijelaskan keanehan serupa dalam kasus ini.
b. Menjelaskan keadaan musyabbah, yakni bila musyabbah tidak dikenal sifatnya dijelaskan melalui tasybih yang menjelaskan. Dengan demikian, tasybih itu memberikan yang sama dengan kata sifat.
c. Menjelaskan kadar keadaan musyabbah, yakni bila musyabbah sudah diketahui keadaannya secara global, lalu tasybih didatangkan untuk menjelaskan rincian keadaan itu.
d. Menegaskan keadaan musyabbah, yakni bila sesuatu yang disandarkan kepada musyabbah itu membutuhkan penegasan dan penjelasan dengan contoh.
e. Memperindah atau memperburuk musyabbah.
4. Kebalaghahan Tashbih
Balaghah muncul apabila tasybih itu membawa dari suatu keadaan baru yang menyerupainya atau kepada gambaran serupa yang mempunyai nilai lebih. apabila perpindahan gambaran itu jauh dan jarang atau disertai sedikit atau banyak khayalan, maka tasybihnya akan semakin indah dan mengagumkan.
Tasybih yang paling rendah tingkat balaghahnya adalah tasybih yang disebutkan seluruh unsurnya, karena balaghah tasybih terletak pada dakwaan bahwa musyabbah dan musyabbah bih itu sendiri, sedangkan adat tasybih dan wajah tasybih akan menghalangi dakwaan ini. maka apabila adat tasybih dan wajah tasybih-nya dibuang maka tingkat balaghahnya akan meningkat karena dengan dibuangnya salah satu unsur tersebutaka sedikit memperkuat dakwaan kesatuan musyabbah dan musyabbah bih. adapun yang paling tinggi tingkat balaghahnya adalah tasybih tabligh.
Contohnya, ayat yang melukiskan ibadah dan amal perbuatan sis-sia kaum kafirin seperti abu yang berhamburan karena ditiup angin kencang, atau ibarat orang dahaga yang tertipu dengan fatamorgana “سراب” yang terbentang luas di padang pasir yang luas.
Dengan tasybih semacam ini pembaca akan hanyut dalam imajinasi yang jauh, walaupun terasa masih berada di alam nyata, karena musyabbah bih memang berkaitan dengan dengan alam nyata tersebut. Inilah keistimewaan yang menonjol dalam tasybih al-Quran yaitu imajinasi yang dibangkitkannya berupa alam nyata yang orsinil, dan bersifat universal sehingga dapat dinikmati oleh generasi-generasi sepanjang masa, baik oleh orang Arab maupun non-Arab, dan sekaligus mereka tertarik untuk memetik ajaran-ajaran dalam tasybih bagi kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat.
Maroji: Hidayat, Al Balaghah li al Jami’, 71-72
blognya kok gada hujan saljunya?
BalasHapus